Pada masa awal diutusnya Nabi saw, beliau mendakwahkan agama
Islam dikota Makkah secara sembunyi-sembunyi. Dengan alasan keselamatan, kaum
muslimin pada masa itupun menyembunyikan keislaman mereka. Hingga ketika jumlah
kaum muslimin telah genap tiga puluh delapan orang, Abu Bakar ra mendesak
Rasulullah saw untuk menda'wahkan dienul Islam secara terang-terangan.
Berkatalah Rasulullah saw, "Wahai Abu Bakar, … sesungguhnya jumlah kita
masih sedikit," Akan tetapi Abu Bakar tetap mendesak Rasulullah saw,
sehingga beliau bersedia keluar menuju masjid berikut kaum muslimin.
Latest Post
03:00
I.
Muqodimah
II.
Nasab
Ada yang mengatakan bahwa
nama aslinya adalah Hushain bin salam, lalu nabi n
menamai dirinya dengan nama Abdulloh, dan beliau saksikan dia dengan masuk ke
Jannah. Lihat bukhori dalam bab Al Manaqib.
Abdulloh bin salam
Written By Yahya on Monday, 3 March 2014 | 03:00
I.
Muqodimah
Pada
kali ini kita akan mencoba menguraikan beografi singkat salah satu sahabat
rosululloh saw, yang lain dari yang lain. Adalah seorang lelaki yang mendapat
popularitas dari kaumnya yang sangat banyak. Dan mendapatkan pernyataan baik
sekali dari kaumnya selama beliau masih dalam kesesetannya memeluk agama
Yahudi. Namun ketika beliau sadar, dengan mendapatkan petunjuk dari Allah swt,
loyal, dan popularitas yang banyak menjadi berubah 380 derajat, mereka menjadi
mengejek bahkan memusuhi beliau. Subhaanallah. Mari kita simak kisah beliau
berikut ini.
II.
Nasab
Beliau
adalah Abu yusuf Abdulloh bin salam bin Al harist Al Isroili Al Anshori, Halif
Bani Auf Al Khojroj, dia termasuk keturunan Yusuf bin Ya'kub p.
23:30
Abdullah bin Al-Mubarak
Written By Yahya on Sunday, 2 March 2014 | 23:30
Abdullah bin Al-Mubarak, seorang tabiien yang sangat
terkenal dengan sifat kedermawaannya. Meskipun beliua termasuk orang yang cukup
mampu, namum beliu sangat mengerti bagaimana cara mepergunakan hartanya di
jalan diridhoi oleh-Nya.
Beliau (Ibnul Mubarak) biasa pulang pergi ke Tharasusu dan
biasanya saat di tengah perjalanan bila hari telah menjelang malam, beliau
segera singgah beristirahat di sebuah penginapan. Di penginapan itu, ada
seorang pelayan muda biasa mengurus kebutuhannya. Dan yang lebih menarik
perhatian Ibnul Mubarak adalah bahwa pemuda itu ditengah pekerjaan melayani
dirinya, juga sangat rajin belajar hadits dengannya. Semangat belajarnya sangat
tinggi. Pekerjaanya sebagai pelayan tidak menghalangi untuk terus dan terus
memepelajari hadits.
19:50
Ali bin Abi Thalib Pahlawan yang zuhud
Seusai ditandatanganinya perjanjian Hudaibiyyah di bulan
Dzulqa'dah tahun keenam Hijriyah, Rasulullah saw dan kaum muslimin merasa lega
karena musuh yang paling sengit selama ini memerangi kaum muslimin yaitu
Quraisy telah menawarkan perdamaian dan gencatan senjata selama 10 tahun.
Akan tetapi masih ada satu musuh lagi yang selalu
menunjukkan permusuhannya dan melancarkan berbagai jurus makarnya untuk
menghabisi kaum muslimin atau melemahkan kekuatan Islam. Musuh tersebut adalah
kaum Yahudi yang telah berulang kali melakukan pengkhianatan terhadap
Rasulullah saw dan kaum muslimin. Ketika awal mula Rasulullah saw dan kaum
muslimin berhijrah ke Madinah beliau telah membuat suatu perjanjian dengan kaum
Yahudi yang isinya adalah kesepakatan bersama untuk hidup berdampingan secara
damai di kota
Madinah dan bersama-sama menjaga keamanan kota
tersebut dari setiap serangan yang datang dari luar. Tetapi perjanjian tersebut
mereka langgar berulang kali, bahkan salah satu suku dari mereka yaitu Bani
Nadzir pernah membuat suatu makar jahat yaitu upaya pembunuhan terhadap
Rasulullah saw.
22:54
Bagaimana cara bertaubat dari menonton film-film vulgar?
Written By Yahya on Tuesday, 4 February 2014 | 22:54
Dosa
dan maksiat bagai endapan lumpur busuk yang membuat manusia semakin
tenggelam di dalamnya maka semakin ia tidak menyadari kebusukan dari
amal perbuatan yang di lakukannya. Karena indera penciumannya tidak lagi
bekerja dan tidak menyadari bahwa sebentar lagi ia akan karam.
Dari
sisi lain ketulusan niat dan tekat bulat dari manusia untuk kembali
dari jalan ini dan segenap kebusukan dari dosa yang ada adalah sebuah
kemenangan tersendiri. Orang-orang yang telah berhasil tiba pada tingkat
ini, pada hakikatnya, telah tiba pada sebuah kemenangan. Untuk
itu ia harus berusaha dengan dasar kenyakinan yang kuat untuk melawan
keinginan untuk berbuat dosa hingga ia dapat mencapai pelbagai
kemenangan pada tingkatan-tingkatan tingkatan berikutnya.
Terkait
dengan jalan dan cara-cara untuk menguatkan diri dengan niat yang kuat
untuk melawan segenap keinginan-keinginan rendah untuk berbuat dosa
dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:
1. Memperhatikan kerusakan-kerusakan dan kerugian-kerugian yang di akibatkan dari dosa yang di lakukan.
2. Memperhatikan derajat dan martabat kehormatan dirinya.
3. Memperhatikan segenap kebesaran Tuhan dan melaksanakan perintah-perintahnya.
4. Memperhatikan nilai-nilai peperangan dengan dosa dan hawa nafsu, sebagai bagian dari kemenangan jiwa.





