cinta islam is nomber one
Berita Terbaru :

Latest Post

Akhlaq (adab) terhadap Al Quran

Written By Yahya on Tuesday, 14 October 2014 | 09:02

Yang dimaksud dengan akhlaq terhadap Al Qur'an adalah hal-hal yang berkenaan dengan adab membacanya, diantaranya, yaitu ;
1. Membacanya dalam keadaan sesempurna mungkin, dalam keadaan suci, menghadap kiblat, duduk dengan tenang dan sopan-santun dan lain-lain. Allah berfirman,
لاَّ يَمَسُّهُ إِلاَّ الْمُطَهَّرُونَ { الواقعة  79}
2. Membacanya dengan tartil dan tidak tergesa-gesa, firman Allah,
وَرَتِّلِ الْقُرْءَانَ تَرْتِيلاً { المزمل  4}
3. Paling cepat menghatamkannya dalam waktu 3 hari. dan diusahakan jangan sampai kurang dari 3 hari . Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam men-sinyalir,
مَنْ قَرََأَ القُرْاَنَ فِى اَقَلُّ مِنْ ثَلاَثِ لَيَالٍ لَمْ يفقهه { اصحاب السنن و صححه الترميذى }
Barangsiapa yang mengkhatamkan Al Quran kurang dari tiga hari maka dia tidak akan memahaminya. (Ash-habus-Sunan dan dishohihkan oleh Imam At-Tirmidziy)
Walau para shahabat seperti 'Utsman bin Affan, Ibnu 'Umar, Ibnu Mas'ud, Zaid bin Tsabit juga yang lain diantara para shahabat yang mengkhatamkan kurang dari sepekan.
4. Agar khusyu' dalam membacanya dengan berusaha mendatangkan kesedihan dan berusaha menangis, Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda,
اُتْلُوْا القًرْأنَ وَ اَبْكُوْا فَإِنْ لَمْ تَبْكُوْا فَتَبَاكُوْا { ابن ماجه بإسناد جيد }
Bacalah Al Qur'an dan menangislah, namun jika kalian tidak bisa menangis maka berusahalah menangis (Ibnu Majah dengan Isnad Jayyid)
5. Hendaklah membacanya dengan membaguskan suaranya, Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda,
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَتَغَنَّى بِالقُرْأن { متفق عليه }
Bukan dari golongan kami orang yang tidak membaguskan suara dalam membaca Al Qur'an. (Muttafaqun 'Alayh)
مَا اُذِنَ لِشَىْءٍ مَا اُذِنَ لِنَّبِيِّ يَتَغَنىَّ بِالقُرْأنِ { متفق عليه }
Tiada sesuatu pun yang diizinkan Allah yang diizinkan nabi-Nya kecuali memperbagus suara dalam membaca Al Qur'an. (Muttafaqun 'Alayh).
Menurut Ibnul-Atsir dalam Al-Bidayah fie Ghoribil Hadits, bersuara saja sudah termasuk yataghonna.
6. Hendaklah membacanya dengan pelan (tanpa suara) jika ia takut riya' , sum;ah atau dikhawatirkan mengganggu orang yang sedang sholat.
7. Membacanya yang dibarengi dengan tadabur dan tafakur, berusaha mendatangkan hatinya, seraya berusaha memahami makna dan isinya.
8. Hendaklah tatkala membacanya tidak lengah dan menyelisihinya.
9. Berusaha dengan sungguh-sungguh dalam mensifati dirinya dengan sifat-sifat Ahlul Qur'an.
10. Mengamalkan Al Quran dalam kehidupannya semampu dan semaksimal mungkin

Akhlaq terhadap Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam

Beradab (berakhlaq) kepada beliau dari apa saja yang telah Allah tentukan terhadap diri beliau, tatkala beliau masih hidup dalam beberapa firman Allah 'Azza wa Jalla,
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَتُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ سَمِيعٌ عَلِيمُُ {1} يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَتَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلاَتَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَن تَحْبَطَ أَعْمَالَكُمْ وَأَنتُمْ لاَتَشْعُرُونَ { الحجرات  2}
لاَتَجْعَلُوا دُعَآءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَآءِ بَعْضَكُم بَعْضًا قَدْ يَعْلَمُ اللهُ الَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنكُمْ لِوَاذًا فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ { النور  63}
وَإِذَا كَانُوا مَعَهُ عَلَى أَمْرٍ جَامِعٍ لَّمْ يَذْهَبُوا حَتَّى يَسْتَئْذِنُوهُ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَئْذِنُونَكَ أُوْلَئِكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَرَسُولِهِ فَإِذَا اسْتَئْذَنُوكَ لِبَعْضِ شَأْنِهِمْ فَأْذَن لِّمَن شِئْتَ مِنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمُ اللهَ إِنَّ اللهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ { النور  62}
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا نَاجَيْتُمُ الرَّسُولَ فَقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيْ نَجْوَاكُمْ صَدَقَةً ذَلِكَ خَيْرُُ لَّكُمْ وَأَطْهَرُ فَإِن لَّمْ تَجِدُوا فَإِنَّ اللهَ غَفُورُُ رَّحِيمٌ { المجادلة  12}
2. Mentaati dan mencintai beliau, karena hal ini adalah mutlaq bagi seorang muslim, sebab bila seorang muslim tidak mentaati serta mencintai beliau maka imannya diragukan kebenarannya, Allah 'Azza wa Jalla berfirman
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلاَتُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ { محمد  33}
Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rosul, dan jangan kamu merusakkan (pahala) amalan-amalanmu
فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ { النور  63}
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللهُ غَفُورُُ رَّحِيمُُ { ال عمران 31}
Katakanlah, "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu."  Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَمَآءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَانَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ { الحشر  7}
Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.
3. Mengangkat beliau sebagai imam, panutan dan hakim yang mencakup seluruh aspek dalam Islam, sebab hal ini wajib dan suatu kemutlakan bagi kita, Firman Allah 'Azza wa Jalla,
إِنَّآأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَآأَرَاكَ اللهُ وَلاَتَكُن لِّلْخَآئِنِينَ خَصِيمًا { النسـاء  105}
Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan jangan kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang berkhianat.
فَلاَ وَرَبِّكَ لاَيُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُواْ فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا { النسـاء  65}
Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga merka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselishkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuh hati.
لقَدْ كَان لَكُمْ في رسول الله أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ .... { الأحزاب 4}
Sesungguhnya telah ada pada diri Rasul itu suri tauladan yang baik bagimu

4. Lebih mencintai beliau daripada kita pribadi, dengan tegas Allah firmankan,
قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللهُ بِأَمْرِهِ وَاللهُ لاَيَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ { التوبة  24}
Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda,
وَ الَّذِى نَفْسُ مُحَمَّد بِيَدِهِ لاَ يُؤْمِنُ اَحَدُكُمْ حَتَّى اَكُوْنَ اَحَبُّ اِلَبْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَ النَّاسِ اَجْمَعِيْن{متفق عليه }
Demi yang jiwa Muhammad berada ditangan-Nya, tidak (sempurna) beriman salah seorang diantara kalian sampai aku lebih ia cintai dari dirinya, anak-anaknya, orang tuanya dan seluruh manusia. (Muttafaqun 'Alaihi)
5. Mengambil wali dari orang-orang yang menjadikan  beliau wali mereka, dan menerapkan baro' kepada mereka yang memusuhi beliau, serta ridlo terhadap orang-orang yang ridlo terhadap beliau dan sebaliknya. Firman Allah 'Azza wa Jalla,
لاَّتَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخَرِ يُوَآدُّونَ مَنْ حَآدَّ اللهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا ءَابَآءَهُمْ أَوْ أَبْنَآءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُوْلاَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ اْلإِيمَانَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُوْلاَئِكَ حِزْبُ اللهِ أَلآَإِنَّ حِزْبَ اللهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ { المجــادلة  22}
Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rosul-Nya, sekalipun orang- orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridho terhadap mereka dan mereka puas terhadap (limpahan rohmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.
إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ {55}  وَمَن يَتَوَلَّ اللهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللهِ هُمُ الْغَالِبُونَ { المـائدة  56}
Sesungguhnya penolong-penolong kamu hanyalah Allah, Rosul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang mendirikan sholat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barangsiapa yang mengambil Allah, Rosul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah, itulah yang pasti menang.
6. Memuliakan dan mengagungkan nama beliau ketika beliau disebut serta memberikan shalawat atas beliau,
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا { الاحزاب 56}
7. Membenarkan seluruh kabar yang beliau bawa baik urusan dien maupun dunia, dan juga masalah ghoib dunia maupun akherat.
8. Menghidupkan sunnah-sunnah beliau, menegakkan syare'atnya, menyampaikan da'wah serta mengamalkan perintah dan wasiat-wasiat beliau.
9. Merendahkan suara di kuburan dan di masjid beliau bagi yang mendatangi tempat-tempat ini

Akhlaq kepada Allah

A. Akhlaq kepada Allah 3
Banyak sekali macam dan ragam akhlaq kepada Allah yang harus kita jaga dalam  setiap gerak dan perbuatan kita. Dari sekian banyak itu diantaranya :
1. Mensyukuri nikmat-nikmat-Nya yang tak terkirakan jumlahnya yang telah Allah berikan kepada kita, dengan cara direalisasikan dalam hati, lisan dan dalam bentuk ta'at kepada-Nya, Allah berfirman:
ومَابِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْئَرُونَ { النحل 53}
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ { البقرة  152}
اعْمَلُوا ءَالَ دَاوُدَ شُكْرًا وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ { سباء  13}
وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللهِ لاَتُحْصُوهَا إِنَّ اللهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ { النحل  18}
Sehingga tidak diragukan lagi bahwa mereka yang bersyukur kepada Allah, maka akan ditambah nikmat oleh Allah kepadanya dan Allah memasukkan kedalam golongan orang-orang yang pandai bersyukur, yang hal ini sedikit sekali dilakukan oleh hamba-Nya, Allah berfirman,
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدُُ { ابراهيم  7}
02. Malu kepada-Nya apabila kita berbuat maksiyat, Allah berfirman,
وَاللهُ يَعْلَمُ مَاتُسِرُّونَ وَمَاتُعْلِنُونَ { النحل  19}
وَمَاتَكُونُ فِي شَأْنٍ وَمَاتَتْلُوا مِنْهُ مِنْ قُرْءَانٍ وَلاَتَعْمَلُونَ مِنْ عَمَلٍ إِلاَّ كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا إِذْ تُفِيضُونَ فِيهِ وَمَايَعْزُبُ عَن رَّبِّكَ مِن مِّثْقَالِ ذَرَّةٍ فِي اْلأَرْضِ وَلاَفِي السَّمَآءِ وَلآَأَصْغَرَ مِن ذَلِكَ وَلآأَكْبَرَ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ { يونس 61}
Jadi kalau kita lebih bisa mengurangi frekwensi kemaksiatan, maka kekhusukan dan ketawadhukan kita kepada-Nya dan semakin tinggi dan kuat.
03.Shidqul Inabah, yaitu kita betul-betul bertaubat dengan taubatan nasuha dan benar-benar kembali kepada-Nya 2, dengan sungguh-sungguh dan ikhlas yang diaplikasikan ke dalam ketaatan kepada-Nya serta takut akan adzab-Nya yang amat pedih. Allah tegaskan,
وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لاَتُنصَرُونَ { الزمر  54}
وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَن يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوا إِلَى اللهِ لَهُمُ الْبُشْرَى فَبَشِّرْ عِبَادِ {17} الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ أُوْلَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللهُ وَأُوْلَئِكَ هُمْ أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ { الزمر  18}
رَّبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ { الممتحنة  4}
Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa sallam bersabda:
بَااَيُّهَا النَّاس تُوْبُوْا اِلَى الله فَإِنىِّ اَتُوْبُ فِى الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ { مسلم }
Wahai sekalian manusia bertaubatlah kalian kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat salam satu hari 100 kali. (HR Muslim)
Jelaslah bahwa taubat untuk menghapus dosa dan kesalahan kita kepada Allah adalah sesuatu yang sangat urgen bagi seluruh manusia. Karena taubatlah yang akan menghapus dosa dan kesalahan kita, dan merupakan pintu menuju kemenangan abadi. Dosa-dosa yang pernah kita perbuat akan menutupi hati kita dan ia kembali jernih apabila bertaubat kepada Allah 'Azza wa Jalla. Dalam sebuah hadits disebutkan,
اِنَّ الْمُؤْمِنَ اَِذَا اَذْنَبَ ذَنْبًا كَانَ نُقْطَةٌ سَوْدَاءٌ فِى قَلْبِهِ . فَإِنْ تَابَ وَ نَزَعَ وَ اسْتَعْتَبَ صَقْلَ قَلْبُهُ ,  وَ اِنْ زَادَ زَادَتْ حَتَّى تَغْلُقَ قَلْبُهُ  { النسائى و الترميذى و قال حسن صحيح }
Sesungguhnya seorang mukmin apabila melakukan satu perbuatan dosa, maka ia akan ada titik hitam pada hatinya. Maka jika ia bertaubat, jera dan menyesal hatinya akan menjadi jernih kembali, namun jika bertambah perbuatan dosanya, maka bertambah  pula titik-titik hitam hingga  menutupi hatinya. (An-Nasaiy dan At-Tirmidziy, ia berkata hadis shohih)
Sedang kita tidak perlu kecil hati dengan dosa yang pernah kita lakukan walau sebesar apapun dosa itu, bahkan sampai dosa syirik sekalipun. Allah 'Azza wa Jalla pasti akan mengampuni dosa-dosa kita asalkan kita bertaubat dengan sungguh-sungguh, ikhlas, menyesal dan berkemauan keras untuk tidak mengulanginya kembali, karena Allah maha penerima taubat hamba-Nya asalkan ajal belum sampai di tenggorokan dan sebelum matahari terbit dari tempat tenggelamnya. Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa sallam bersabda:
اِنَّ الله عَزَّ وَ جَلَّ يَقْبَلُ تَّوْبَةَ العَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ { الترميذى و قال حديث حسن صحيح }
Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla tetap akan menerima taubat hamba-Nya sebelum ajal berada ditenggorokan (At-Tirmidziy, ia berkata hadits hasan)
اِنَّ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ لَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالتَّوْبَةِ لِمُسِىءِ اللَّيْلِ اِلَى النَّهَارِ وَ لِمُسِىءِ النَّهَارِ اِلَى اللَّيْلِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا { مسلم }
Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla tetap akan membentangkan tangan-Nya untuk menerima taubat bagi seorang yang berbuat dosa pada malam harinya hingga siang hari dan bagi yang merasa berdosa pada siang hari hinga malam hari, sampai terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya. (Muslim)
مَنْ تَابَ قبَلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ الله عَلَيْهِ { مسلم }
Barangsiapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari tempat tenggelamnya, maka Allah akan menerima taubatnya. (HR Muslim)
Dan Allah tegaskan dalam sebuah hadits Qudsi :
اِنَّ رَحْمَتِى غَلَبَتْ غَضَبِى { متفق عليه }
Sesungguhnya rohmat-Ku mengalahkan marah-Ku. (Muttafaqun 'Alaih)
04. Tawakal kepada Allah 'Azza wa Jalla di setiap saat dan keadaan, yang dibarengi dengan mengharap rohmat Allah 'Azza wa Jalla.
Allah berjanji bahwa barangsiapa yang kuat tawakalnya kepada-Nya dan selalu menjaga dan konsisten denganya, maka sungguh Allah akan cukupi segala kebutuhannya, Allah berfirman:
وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا { الطلاق  3}
Allah berfirman :
وَعَلَى اللهِ فَتَوَكَّلُوا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ { المائدة  23}
إِن كُنتُمْ ءَامَنتُم بِاللهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا إِن كُنتُم مُّسْلِمِينَ { يونس  84}
وَمَاتَوْفِيقِي إِلاَّ بِاللهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ { هود  88}
فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ { ال عمران  159}
Sehingga karena pentingnya tawakkal kepada Allah dalam segala urusan dan disetiap kesempatan, Allah berjanji akan mencukupi segala kebutuhan seseorang yang dapat menjaga dan konsisten dengan ketawakalannya kepada Allah.
وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا {2} وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَيَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا { الطلاق  3}
Dan janji Allah lewat Rasul-Nya,
لَوْ اَنَّكُمْ كٌنْتُمْ تَوَكَّلُوْا عَلَى الله حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا تَرْزُقُ الطَّيْرُ تَغْدُوْا خِمَاصًا وَ تَرُوْحُ بِطَانًا  {الترميذى و غيره قال : حسن صحيح }
Kalau seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka sungguh Allah akan berikan rizqi-Nya kepada kalian, sebagaimana burung-burung dilepangkan rizqinya, berangkat pagi hari dengan perut kosong dan pulang sore hari dengan perut kenyang. (Tirmidzi dengan hadits hasan shohih)
Dan salah satu ciri (sifat) orang yang beriman adalah tawakal dan hanya bertawakal kepada Allah Ta'ala
وَعَلَى اللهِ فَتَوَكَّلُوا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ { المائدة  23}
05. Takut akan adza-Nya yang sangat pedih, Allah berfirman
إِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ { البروج  12}
وَإِذَآ أَرَادَ اللهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَالَهُم مِّن دُونِهِ مِنْ وَالٍ { الرعد  11}
Sehingga seseorang akan semakin mendekatkan diri kepada-Nya, menambah ilmu dan amal ibadah, dan akan selalu ikhlas dalam mengerjakannya serta ia akan banyak beristighfar dan bertaubat, dan berusaha mengurangi dan menjauhi kemaksiatan. Dan ia akan lebih menambah pengetahuan tentang siapa dirinya dan Robb-nya, yang dengan hal ini akan menambah takut kepada Allah 'Azza wa Jalla, Rasulullah
Shallallaahu 'alayhi wa sallam bersabda,
وَ الله اِنِّى لاَعْلَمُهُمْ بِالله وَ اَشَدُّهُمْ لَهُ خَشْيَة { البخارى و مسلم عن عائشة }
Demi Allah, sungguh aku adalah orang yang paling tahu akan Allah dan yang paling takut kepada-Nya. (HR Bukhori Muslim)
06.Senantiasa husnudhdhon kepada Allah 'Azza wa Jalla, baik terhadap taqdir-Nya yang telah ia taqdirkan untuk kita dan telah berjalan atau yang belum dijalani dan baik terdadap taqdir-Nya yang baik maupun yang buruk, yang dengan lapang dada dan ikhlas kita husnudhdhon bahwa dibalik semua itu pasti ada hikmah dan nilai disisi-Nya, Allah 'Azza wa Jalla berfirman,
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَاكَانُوا يَعْمَلُونَ { النحل  97}

Pendahuluan AKHLAQ

I. Ta'rif Akhlaq
a. Lughotan :
Secara etimologis kata (الخلق) Jama'-nya adalah ( اَخْلاَقٌ  ) yang bermakna, tabiat  المرؤة   (kepiawaian / kewiraan), Ad-dien, kebiasaan, fitroh / naluri. 1
b. Isthilah :
Abu Hamid Al Ghozali memberikan definisi tentang akhlaq dengan :
عِبَارَةً عَنْ هَيْئَةٍ فِى النَّفْسِ رَاشِحَةً عَنْهَا تَصْدُرُ الاَفْعَالَ بِسُهُوْلَةٍ وَ يُسْرٍ مِنْ غَيْرِ حَاجَةٍ اِلَى فِكْرٍ وَ رويَةٍ . فَإِنْ كَانَتِ الْهَيْئَةِ بِحَيْثُ تَصْدُرُ عَنْهَا الاَفْعَالَ الْجَمِيْلَة المَحْمُوْدَة عَقْلاً وَ شَرْعًا سُمِيَتْ تِلْكَ الْهَيْئَةِ خُلُقًا حَسَنًا وَ اِن كَانَتْ الصَّادِرُ عَنْهَا الاَفْعَالَ القَبْيَحَةَ سُمِيَت الْهَيْئَةُ خُلُقًا سَيِّئًا
Akhlaq adalah sesuatu yang menggambarkan tentang prilaku seseorang yang terdapat dalam jiwa yang baik,yang darinya keluar perbuatan secara mudah dan otomatis tanpa terpikir sebelumnya. Dan jika sumber prilaku tersebut didasari oleh perbuatan yang baik dan mulia yang dapat ditinjau (dibenarkan) oleh akal dan syari'at maka ia dinamakan akhlaq yang mulia, namun jika sebaliknya maka ia dinamakan akhlaq yang tercela. 2

II. Masyru'iyyah Berakhlaq yang terpuji
Allah memuji tentang akhlaq Nabi Muhammad Shallallaahu 'alayhi wa sallam dalam firman-Nya
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ { القلم 4}
Dan Aisyah radliyallaahu 'anha yang begitu dekatnya dengan Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa sallam mengakui bahwa akhlaq nabi adalah Al Qur'an, sehingga tatkala ditanya tentang akhlaq Rasul Allah Shalallahu 'alaihi wa sallam ia menjawab;
كَانَ خُلُقُهُ القُرْأنَ { البخارى }
Maka karena pentingnya akhlaq bagi setiap muslim, Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa sallam telah men-sinyalir dalam salah satu haditsnya, yang secara tersurat hadits ini  memerintahkan agar setiap muslim berakhlaq yang mulia
اَكْمَلُ المُؤْمِنِيْنَ اِيْمَانًا اَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
Sesempurna-sempurna iman seorang mukmin adalah mereka yang paling bagus akhlaqnya. (HR Muslim

URUTAN MATERI KMD

URUTAN MATERI KMD 


  1. AL MADKHOL :
    • Al Ilmu
    • Kembali kepada alquran dan sunah
    • Manhaj Salaf sholih

  1. AQIDAH
    • Madkhol Aqidah
    • Tauhid-syirik
    • Arkanul Iman
    • Arkanul Islam
    • Tahkim Syareah
    • Ibadah
    • Alwala' wal baro'
    • Dirosatul firoq

  1. FIQIH
    • Pengantar fiqih
    • Fiqih Thoharoh
    • Fiqih Sholat
    • Fiqih Puasa
    • Fiqih Zakat
    • Fiqih Haji
    • Fiqih Udlhiyah (kurban)
    • Fiqih Jenazah
    • Fiqih Jual beli
    • Fiqih Busana Muslimah
    • Fiqih Munakahat


  1. AKHLAQ

  1. SIROH NABAWIYAH
  2. SIYASAH SYAR'IYYAH
    • Dakwah
    • Amar ma'ruf nahi mungkar
    • Jihad
    • Nidlomul hukmi
    • Amal jama'i

Teknologi

Powered by Blogger.
 

Copyright © 2014. cinta islam is nomber one - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger