cinta islam is nomber one
Berita Terbaru :

Latest Post

Mengapa ibu tidak perlu bekerja?

Written By Yahya on Sunday, 14 February 2016 | 13:33

Penggalan Inspiratif:

Dikutip dari ibu Ainun Habibie:

"Mengapa saya tidak bekerja? Bukankah saya dokter? Memang. Dan sangat mungkin saya bekerja waktu itu. Namun saya pikir : buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yang barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan pada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan resiko kami kehilangan kedekatan pada anak sendiri?

Apa artinya tambahan uang dan kepuasan profesional jika akhirnya anak saya tidak dapat saya timang sendiri, saya bentuk pribadinya sendiri? Anak saya akan tidak memiliki ibu. Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak, seimbangkah orang tua kehilangan anak, dengan uang dan kepuasan pribadi tambahan karena bekerja?
Itulah sebabnya saya memutuskan menerima hidup pas-pasan. Tiga setengah tahun kami bertiga hidup begitu."

~Jangan biarkan anak-anak mu hanya bersama pengasuh mereka
Bagaimana bila dibantu dg kakek neneknya?

~Sudah cukup rasanya membebani orangtua dengan mengurus kita sejak lahir sampai berumah tangga. Kapan lagi kita mau memberikan kesempatan kepada orangtua untuk penuh beribadah sepanjang waktu di hari tuanya.

Mudah-mudahan ini bisa jadi penyemangat dan jawaban untuk ibu-ibu berijazah yang rela berkorban demi keluarga & anak-anaknya.
Karena ingin Rumah Tangganya tetap terjaga & anak-anak bisa tumbuh dengan penuh perhatian, tidak hanya dalam hal akademik, tapi juga untuk mendidik agamanya, karena itulah sejatinya peran orangtua.

Belajar dari kesuksesan orang-orang hebat, selalu ada pengorbanan dari orang-orang yang berada dibelakangnya, yang mungkin namanya tidak pernah tertulis dalam sejarah. Berbanggalah engkau sang Ibu Rumah Tangga, karena itulah pekerjaan seorang wanita yang paling mulia.

Renungan Islam: Handphone....

Written By Yahya on Thursday, 11 February 2016 | 17:18

HAND PHONE.

Imam Masjidil Al Haram Asy-Syaikh Su’ud asy-Syuraim dalam sebuah khutbah Jum’at beliau berkata :
"Adakah dari kita yang tidak melihat perubahan dalam kehidupannya setelah masuknya Whats App, Facebook, Instagram dan yang lainnya dalam kehidupannya ?

Bacalah !
Hal ini merupakan  "Ghazwul fikri" yang menyerang akal, namun sangat disayangkan kita telah tunduk padanya dan kita telah jauh dari dien Islam yang lurus dan dari dzikir kepada Allah.

Kita telah menjadi penyembah-penyembah, Whats App, Twitter, Facebook, Instagram dan semacamnya.

  Kenapa hati kita mengeras?
Itu karena seringnya kita melihat cuplikan video yang menakutkan, dan juga kejadian2 yang di share di Whats App...

Hati kita kini mempunyai kebiasaan yang tak lagi takut pada sesuatupun. Oleh karena itulah, hati kita menjadi mengeras bagai batu.

  Kenapa kita terpecah belah dan kita putus tali kekerabatan ?
Karena kini silaturrahmi kita hanya via Whats App saja, seakan kita bertemu mereka setiap hari.
Padahal bukan begitu tata cara bersilaturrahim dalam agama Islam (Kita perlu datang secara phisik, mengucap salam, bersalaman, membawa oleh-oleh, saling ingat mengingatkan, nasehat menasehati, saling doa mendoakan, dll).

Kenapa kita sangat sering meng ghibah (ngrumpi), padahal kita tidak sedang duduk dengan seorangpun. Itu karena saat kita mendapatkan satu message yang berisi ghibah terhadap seseorang atau suatu kelompok, dan dengan cepat kita sebar ke grup-grup yang kita punya.
Dengan begitu cepatnya kita meng ghibah, sedang kita tidak sadar berapa banyak dosa yang kita dapatkan dari hal itu.

Sangat disayangkan, kita telah menjadi pecandu...

Kita makan, handphone ada ditangan kiri kita.

  Kita duduk bersama teman-teman, HP ada di genggaman.

Berbicara dengan ayah dan ibu yang wajib kita hormati, akan tetapi handphone ada di tangan pula.

  Sedang mengemudi kendaraan, HP juga di tangan.

  Sampai-sampai anak-anak kita pun telah kehilangan kasih sayang dari kita, karena kita telah berpaling dari mereka dan lebih mementingkan handphone.

"Aku tidak ingin mendengar seseorang yang memberi pembelaan pada teknologi ini. Karena sekarang, jika sesaat saja HP kita tertinggal betapa kita merasa sangat kehilangan...

Ah,  andai perasaan seperti itu ada juga pada shalat dan tilawatul (pembacaan) Qur'an kita..."

Adakah dari kita yang mengingkari hal ini?
Dan siapa yang tidak mendapatkan perubahan negatif dalam kehidupannya, setelah masuknya teknologi ini pada kehidupannya dan setelah menjadi pecandu?

Demi Allah, siapakah yang akan menjadi teman kita nanti di kubur? Apakah HP?

Mari kita sama-sama kembali kepada Allah, jangan sampai ada hal2 yang menyibukkan kita dari dien (agama) kita. Karenanya kita tidak tahu, berapa lamakah sisa umur kita".

Allah berfirman:
“Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit”. QS.Thoha: 124.

Semoga handphone yang kita miliki adalah wasilah untuk kebaikan dan bukan wasilah dalam keburukan...

Jangan disembunyikan nasihat ini, agar tidak menjadi seseorang yang menyembunyikan ilmu...

Semoga bermanfaa

Jum'at dan Shalawat

Written By Yahya on Friday, 5 February 2016 | 18:00

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ  
بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

Jum'at dan Shalawat

Perbanyak bershalawat kepada kekasih hati, Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam..

"Sesungguhnya orang yang paling utama (untuk berkumpul dan dekat) denganku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku".

[HR. At-Tirmizdi, Ibnu Hibban dalam 'Shahihnya' dan Abu Ya'la dalam 'Musnadnya'. Al-Albani menyatakan 'Hasan' dalam 'Shahih Al-Jami' dan 'Shahih At-Targhib Wa At-Tarhib]

-------------------------------

Jum'at dan Al-Kahfi

Disunnahkan Membaca Surat ke 18, Al-Kahfi Setiap Hari Jum'at, Boleh Juga Malam Jum'at.. Jangan Lupa Mengambil Pelajaran Darinya..

Mengapa Membaca Surat 18 Al-Kahfi Setiap Jum'at..?

Agar supaya tertanam dalam hati kita 4 kisah sehingga kita waspada dari 4 fitnah kehidupan..!

1- Kisah Ash-habul Kahfi (ayat 9-26) agar kita waspada dari fitnah agama.

2- Kisah si kaya dan si miskin (ayat 32-44) agar kita waspada dari fitnah harta.

3- Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidlir -Alaihimas Salam (ayat 60-82) agar kita waspada dari fitnah ilmu.

4- Kisah Dzul Qornain dan sikapnya terhadap Ya'juj Wa Ma'juj (ayat 83-98) agar kita waspada dari fitnah kedudukan.

Pendorong dan penghias agar manusia terjerumus ke dalam fitnah-fitnah besar tersebut adalah Iblis.. [Ayat 50]

Solusi dari semua fitnah tersebut terdapat di akhir surat, yaitu:

Iman kepada hari kebangkitan..!
[Ayat 110]

Diantara Fadhilah Membaca Surat 18 Al-Kahfi;

"مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ."

"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, niscaya akan memancar cahaya terang yang menyinari dirinya di antara kedua Jum’at".

(HR. Al-Hakim (2/399), Al-Baihaqi (3/249).
Berkata Ibnu Hajar dalam takhrij Al-Adzkar: "Hadits Hasan".
Beliau juga berkata: "Ini adalah hadis paling kuat tentang keutamaan membaca surat Al-Kahfi".
Lihat "Faidlul Qadir" (6/198).
Dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam "Shahih Al Jami' (6470)."
-------------------------------

Tiada Hari Tanpa Al-Quran..

Ajarkan kepada anakmu Al-Qur'an, maka Al-Qur'an akan mengajarkan kepada anakmu segala sesuatu..!
-------------------------------

PANTAS MEREKA TAKUT

Written By M Abdul Qodir Yahya, S. Pd, Gr on Thursday, 28 January 2016 | 19:43

Bismillah
ust Budi Ashari ����

Anak-anak muda yang membahayakan. Para teroris hadir. Sel-sel baru bermunculan. Pengajian-pengajian sumbernya. Masjid pusatnya. Terutama masjid sekolah-sekolah dan kampus. Kumpulan mereka perlu diwaspadai dan diawasi.

Lihatlah pola yang menggiring secara bertahap tapi pasti.Hasilnya sangat terlihat. Para orangtua banyak yang khawatir begitu melihat anaknya berubah menjadi baik. Seorang ibu ketakutan saat melihat anaknya liburan dari pesantrennya, karena melihat pakaian putrinya itu sangat rapi menutup aurat sesuai syariat Islam. “Apa anak saya sudah kerasukan pemikiran radikal?”

Efek buruk dan jahat ini merasuki otak dan hati para orangtua tanpa disadari. Dan anehnya, para orangtua lebih nyaman melihat anaknya bergaul tanpa batas. Itulah yang dianggap wajar. Mereka senang melihat anaknya menghabiskan waktu untuk melamun, karena dianggapnya sedang puber. Aneh...

Dan akhirnya para orangtua tanpa disadari memberi ‘wejangan’, “Hati-hati kalau ngaji di masjid.” Anak-anak muda yang rumit memilah jenis pengajian, akhirnya memutuskan untuk duduk-duduk di kafe, nongkrong di jalanan, bahkan tempat-tempat dosa. Dan mereka pun jauh dari masjid.

Luar biasa bukan...rencana jahat menjauhkan generasi muda dari masjid. Karena mereka sadar, tapi kita tidak sadar. Mereka tahu, tapi kita tidak tahu. Mereka membaca sejarahnya, kita tidak. Bahwa kebangkitan Islam itu berawal dari kebangkitan anak-anak mudanya.

Dengarkan penjelasan Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya saat menjelaskan tentang kata: Fityah (pemuda), dalam Surat Al Kahfi,

“...Untuk itulah kebanyakan yang menyambut (seruan) Allah dan Rasul Nya shallallahu alaihi wasallam adalah pemuda. Adapun orang-orang tua dari Quraisy, kebanyakan mereka tetap bertahan dalam agama mereka dan tidak masuk Islam kecuali sedikit saja.”

Untuk lebih menjelaskan kalimat tersebut, mari kita baca tulisan DR. Mahmud Muhammad ‘Imaroh, Dosen Universitas Al Azhar Mesir. Beliau menuliskan data usia mereka yang masuk Islam di masa dakwah rahasia Nabi (sepanjang 3 tahun), dalam buku beliau Khawatir wa taammulat fis sirotin nabawiyyah, h. 125-129. Beliau mengambilnya dari dari Majalah Al Wa’yu Al Islamy, Edisi 77. Perlu diingat di awal, jika ada perbedaan tentang usia dalam buku-buku siroh adalah merupakan hal yang wajar. Di sini dinukilkan apa adanya dari buku tersebut:

1. Ali bin Abi Thalib 8 tahun
2. Zubair bin Awwam 8 tahun
3. Thalhah bin Ubaidillah 12 tahun
4. Arqam bin Abil Arqam 12 tahun
5. Abdullah bin Mas’ud Menjelang 15 tahun
6. Said bin Zaid Belum 20 tahun
7. Saad bin Abi Waqqash 17 tahun
8. Mas’ud bin Rabi’ah 17 tahun
9. Ja’far bin Abi Thalib 18 tahun
10. Shuhaib Ar Rumi belum 20 tahun
11. Zaid binHaritsah menjelang 20 tahun
12. Utsman bin Affan sekitar 20 tahun
13. Thulaib bin Umair sekitar 20 tahun
14. Khabbab bin Art sekitar 20 tahun
15. Amir bin Fuhairoh 23 tahun
16. Mush’ab bin Umair 24 tahun
17. Miqdad bin Aswad 24 tahun
18. Abdullah bin Jahsy 25 tahun
19. Umar bin Khattab 26 tahun
20. Abu Ubaidah bin Jarrah 27 tahun
21. Utbah bin Ghazwan 27 tahun
22. Abu Hudzaifah bin Utbah sekitar 30 tahun
23. Bilal bin Rabah sekitar 30 tahun
24. Khalid bin Said sekitar 30 tahun
25. Amr bin Said sekitar 30 tahun
26. Ayyasy bin Abi Rabi’ah sekitar 30 tahun
27. Amir bin Rabi’ah sekitar 30 tahun
28. Nu’aim bin Abdillah sekitar 30 tahun
29. Utsman bin Madz’un sekitar 30 tahun
30. Abdullah bin Madz’un 17 tahun
31. Qudama bin Madz’un 19 tahun
32. Saib bin Madz’un sekitar 10 tahun
33. Abu Salamah bin Abdul Asad sekitar 30 tahun
34. Abdurahman bin Auf sekitar 30 tahun
35. Ammar bin Yasir antara 30-40 tahun
36. Abu Bakar 37 tahun
37. Hamzah bin Abdul Muthalib 42 tahun
38. Ubaidah bin Harits 50 tahun
39. Amir bin Abi Waqqash masuk Islam setelah urutan orang ke-10
40. As Sail bin Utsman syahid di perang Yamamah (11 H) umurnya masih 30 tahun

Dan ini kalimat DR. Mahmud Muhammad ‘Imaroh,

Walau Quraisy terus menerus melakukan teror dan intimidasi terhadap orang-orang lemah..tetapi anak-anak muda itu justru mengumumkan keislaman mereka, dengan konsekuensi yang sedang menanti mereka berupa kesulitan hidup...dan terkadang harus mati!

Deretan angka-angka di atas menunjukkan kebenaran kalimat Ibnu Katsir bahwa kebesaran Islam ini lebih banyak ditopang oleh anak-anak muda.

Sebenarnya, skenario menjauhkan cara pandang yang benar terhadap generasi muda bukan hanya dilakukan sekarang dengan pola seperti ini. Berbagai cara dan pola telah lama mereka laksanakan.Mereka menyusupkan dengan perlahan tapi pasti berbagai teori racun. Targetnya jelas: menjauhkan anak-anak muda dari kebaikan mereka dan masjid mereka.

Seperti berbagai penelitian yang menyampaikan bahwa remaja adalah usia kerusakan, kegundahan, keguncangan, krisis, kenakalan. Pelajaran ini benar-benar tertanam pada orangtua. Sehingga, lagi-lagi mereka meyakini bahwa remaja harus melalui semua masalah itu. Jika ada anaknya yang baik-baik saja dan tidak melalui kekacauan itu, orangtua akan berkata, “Apa anak saya tidak normal ya?”

Lihatlah sebuah skenario besar dalam rentang puluhan bahkan ratusan tahun. Dan mereka berhasil meracuni pemikiran para pendidik dan orangtua muslim.
Padahal pemuda begitu positif dalam bahasa ayat, hadits dan ulama. Sehingga perlu sebuah upaya besar untuk membalik cara pandang tersebut sekaligus memberi obat dari masalah yang dihadapi oleh para pemuda kita. (nantikan modul dan pelatihannya dari parentingnabawiyah)

Pemuda adalah kekuatan, inspirasi, kreatifitas, ledakan ruhiyah, ketegaran, kesegaran, enerjik, karya besar dan penopang peradaban Islam.

Pantas mereka takut...

Allah memberi tanpa perhitungan

BISMILLAH

Allah memberi tanpa perhitungan

Seorang Syaikh berusia 80 Tahun mengalami infeksi pada telinganya yang nyaris membuatnya tuli.

Dokter menyarankan untuk melakukan operasi atas telinganya supaya tidak kian menjadi tuli, dan Syaikh itupun menerimanya.

Setelah operasi sukses, dan Syaikh itu bisa mendengar kembali dengan jelas, maka datanglah tagihan biaya atas operasi telinganya.

Syaikh itu melihat tagihan operasinya, tiba2 menangis. Dokter yg melihat sang Syaikh itu merasa iba dan mengatakan bahwa bila tagihan itu terlalu tinggi maka ia akan membebaskan biaya dokter.

Maka sang Syaikh menjawab: "Aku Bukan Menangis Karena Uang Yang Akan Aku Keluarkan, Tapi Aku Menangis Karena Allah Telah Memberiku Pendengaran Yang Jelas Selama 80 Tahun,
Namun Allah Tidak Pernah Mengirimiku Tagihan.....

Al-Hasyr : 19

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنسٰىهُمْ أَنفُسَهُمْ ۚ أُولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُونَ

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik....

INSPIRASI MENCARI REZEKI

Written By Yahya on Wednesday, 28 January 2015 | 10:53

INSPIRASI MENCARI REZEKI :
Setetes madu jatuh di atas tanah
Datanglah seekor semut kecil, perlahan-lahan dicicipinya madu tersebut.
Hmmm... manis.
Lalu dia beranjak hendak pergi.
Namun rasa manis madu sudah terlanjur memikat hatinya. Dia pun kembali untuk mencicipi lagi, sedikit saja. Setelah itu barulah dia akan pergi.
Namun, ternyata dia merasa tidak puas hanya mencicipi madu dari pinggir tetesannya.
Dia pikir,
kenapa tidak sekalian saja masuk dan menceburkan diri agar bisa menikmati manisnya, lagi dan lagi.
Maka masuklah sang semut, tepat di tengah tetesan madu.
Ternyata ? Badan mungilnya malah tenggelam penuh madu, kakinya lengket dengan tanah.
Dan...
Tentu saja tak bisa bergerak.
Malang nian, dia terus seperti itu hingga akhir hayatnya. Mati dalam kubangan setetes madu.

Demikianlah analogi sederhana tentang dunia dan pecinta dunia, sebagaimana diperumpamakan dalam sebuah syair arab yg artinya :
"Hakikat apa-apa dari kenikmatan dunia melainkan bagai setetes besar dari madu.
Maka siapa yang hanya mencicipinya sedikit, ia akan selamat.
Namun siapa yang
menceburkan diri ke dalamnya, ia akan binasa."
***
Barakallah
Semoga Bermanfaat u/ beraktifitas di hari ini
Dan memperbaiki niat kita

Berbaik Sangkalah

Written By Yahya on Monday, 26 January 2015 | 07:20

�� Berbaik Sangkalah ��

Saudaraku...
(1) Kita tidak bisa membaca hati manusia,
apalagi hanya dari dunia maya.
(2) Belum tentu orang yang menuliskan
rutinitas amalnya adalah riya’. Bisa jadi ia berniat menyemangati kawannya.
(3) Belum tentu orang yang mengabarkan rizqi yang diterimanya adalah berbangga-banggaan dengan harta. Bisa jadi, ia ingin menyiarkan syukur atas karunia-Nya.
(4) Isi hati adalah misteri, maka baik sangka lebih terpuji.
(5) Mereka yang menuliskan pengalamannya di sosial media, belum tentu ingin menjadi selebritis dunia maya. Bisa jadi ada inspirasi
yang hendak dibagikannya.
(6) Mereka yang mengabarkan sedang
mengisi kultum entah di mana, belum tentu ingin dipuji amal dakwahnya. Bisa jadi ia ingin memberi harapan pada rekannya, bahwa di sana dakwah masih menyala.
(7) Isi hati adalah misteri, maka baik sangka lebih terpuji.
(8) Mereka yang menyampaikan secuplik ilmu yang diketahuinya, belum tentu ingin diakui banyak ilmunya. Bisa jadi ia terpanggil untuk
menyampaikan sedikit yang ia punya.
(9) Mereka yang gemar mengkritisi kekeliruan yang dilihatnya, belum tentu merasa dirinya paling benar sedunia. Bisa jadi, itu karena ia
sungguh mencintai saudaranya.
(10) Isi hati adalah misteri, maka baik sangka lebih terpuji.
(11) Mereka yang gemar menuliskan apapun yang dipikirkannya, belum tentu ingin diakui sebagai perenung berwibawa. Bisa jadi, ia
adalah pelupa, dan mudah ingat dengan
membagikannya.
(12) Mereka yang selalu merespon apa yang dilihatnya, belum tentu ingin eksis di dunia maya. Bisa jadi ia memang senang berbagi yang dia punya.
(13) Isi hati adalah misteri, maka baik sangka lebih terpuji.
(14) Tapi baik sangka, tak berarti membiarkan kawan-kawan melakukan sesuatu yang nampak keliru di mata kita.
(15) Baik sangka, harus disertai dengan saling mengingatkan agar tidak tergelincir niatnya,
agar tidak terhapus pahala amalnya.
(16) Isi hati adalah misteri. Namun apa yang nampak keliru di mata kita, di situlah tugas kita untuk meluruskannya.
(17) Baik sangka itu menentramkan. Namun, saling mengingatkan juga merupakan kebutuhan.
(18) Baik sangka itu indah, tapi bukan berarti membiarkan saudara terlihat salah.
(19) Baik sangka, dan nasihat-nasihati adalah kewajiban sesama muslim.
(20) Semoga kita bisa senantiasa belajar
bersama.

Selamat berbaik sangka ��

Bahaya Bergadang Malam Hari

Written By Yahya on Tuesday, 20 January 2015 | 07:00

Tadzkirotu manittaqo

Bahaya Sahirul layali
     
Sahirul layali adalah begadang malam hari dengan aktifitas yg tdk bermanfaat dlm urusan dien wad dunya wal akhiroh sampai larut malam bahkan akhir malam.

Ini adalah kebiasaan buruk yg dilakukan manusia di jaman ini.
Padahal Bukhori dan Muslim dlm Shohihnya meriwayatkan dari Abu Barzah al aslami ra : bahwasanya nabi saw membenci tidur sebelum isya dan ngobrol sesudahnya.

Berkata Hafid Ibnu Hajar : Karena tidur sebelumnya kadang menyebabkan keluarnya waktu sholat secara mutlak atau dari waktu yg diutamakan atau dari qiyamullail.

Adalah Umar bin khotob ra memukul manusia karenanya seraya mengatakan:

اسمرا اول الليل و نوما اخره

Tinggalkan begadang di awal malam dan tidur di akhir malam.

Kerusakam begadang mlm:
1. Ia menyebabkan idhoah (meninggalkan atau mengakhirkan solat fajer sehingga kehilangan pahala dan balasan dan mejerumuskan kp siksa Allah.
QS Maryam 59

Muslim meriwayatkan dlm shohihnya dari Amaroh bin Ruwaibah ra bahwa Nabi saw bersabda: Sekali-kali tdk masuk neraka seseorang yg solat sebelum terbit matahari dan sebelum tenggelam.

2. Ia menyebabkan meninggalkan qiyamul lail karena tidur sedangkan qiyamul lail sifat orang bertaqwa dan kebiasaan orang soleh.

3. Ia menyebabkan terbuangnya waktu dg sia-sia dan tdk ada faedahnya.

4. Ia akan mendatangkan madhorot untuk kesehatan, karena Allah menjadikan waktubmlm untuk istirahat/tidur.

Catatan:
Para ulama membolehkan sahirul layali untuk urusan taat kp Allah, didlmnya ada maslahat syar'iyah seperti qiyamul lail, berdakwah kpd Allah, atau amar makruf dan nahi mungkar, tholabul ilmi syar'i atau menemani tamu  dll.

Bagaimana kalau sahirul layaili untuk urusan nonton tv, main game, internetan dan yg semisalnya?jawabannya: isatafti qolbaka ? Tanyakan pada hatimu sendiri?

اللهم مصرف القلوب صرف قلوبنا علي طاعتك
Ya Allah Dzat yg membolak-balik hati, robahlah hati-hati kami diatas taat kpdMu.
والله اعلم

Pesona Siti Muthi'ah : Sosok Teladan Muslimah Sejati Versi Rasulullah SAW.

Written By Yahya on Monday, 19 January 2015 | 19:39

Pesona Siti Muthi'ah : Sosok Teladan Muslimah Sejati Versi Rasulullah SAW.

FATHIMAH RA bergegas menggandeng Hasan RA yang masih kecil.  Terngiang di telinganya pesan sang ayahanda, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, untuk menemui seorang muslimah berakhlak mulia dan meneladaninya. Tak sabar rasanya Fathimah untuk segera mengetahui, seperti apa gerangan teladan wanita bernama Siti Muthi’ah tersebut. Sesampainya di depan pintu rumah yang dimaksud, Fathimah pun mengucap salam. Tak lama kemudian si pemilik rumah datang membuka pintu.  Hatinya sangat heran bercampur senang karena tak menyangka yang bertandang adalah putri Rasulullah SAW. Namun, sungguh di luar dugaan Fathimah, setelah mengutarakan maksud kedatangannya, Muthi’ah malah berkata, “Sungguh bahagia aku menyambut kedatanganmu Fathimah. Namun, maafkanlah aku karena aku hanya dapat menerima kedatanganmu di rumahku. Sesungguhnya suamiku mengamanatkan padaku untuk tidak menerima tamu lelaki di rumahku.” Fathimah tersenyum, “Wahai Muthi’ah, ini Hasan anakku dan dia masih kecil.” Muthi’ah menjawab, “Sekali lagi maafkan aku Fathimah, meskipun ia masih kecil tetapi ia lelaki. Sungguh aku tidak dapat melanggar amanat suamiku.” Mendengar jawaban Muthi’ah, Fathimah mulai merasakan kemuliaan akhlak Muthi’ah dan semakin ingin mengetahui lebih jauh keutamaan akhlak wanita tersebut. Akhirnya Fathimah pun pamit untuk sejenak mengantar Hasan pulang. Tak lama kemudian, Fathimah kembali tiba di rumah Muthi’ah seorang diri dan segera disambut dengan gembira oleh Muthi’ah. Setibanya di dalam, Muthi’ah dengan berbinar-binar menanyakan, apa penyebab kedatangannya. Fathimah pun menjelaskan bahwa ia datang karena perintah ayahnya, Rasulullah SAW untuk meneladani akhlaq Muthi’ah. Hati Muthi’ah pun segera ditutupi luapan kebahagiaan karena pujian dari Rasulullah SAW tentu tak ada bandingannya. Namun, ia kembali bertanya dengan keheranan pada Fathimah, “Apakah engkau tengah bercanda Fathimah? Keutamaan akhlak seperti apa yang kumiliki? Aku hanyalah perempuan yang biasa saja,” Muthi’ah kemudian tampak berpikir keras. Sementara itu, tak sengaja pandangan Fathimah menyapu ruangan yang sederhana tersebut. Terlihat olehnya sebilah rotan, sebuah kipas, dan sehelai handuk. Ia pun segera bertanya pada Muthi’ah, “Untuk apa benda-benda itu?” Wajah Muthi’ah pun seketika merona merah. “Untuk apa kau tanyakan itu Fathimah, aku jadi malu.” Namun, Fathimah mendesak, “Katakanlah padaku Muthi’ah, mungkin benda-benda itulah yang membuat ayahku mengabarkan padaku tentang kemuliaanmu.” Muthi’ah pun bercerita, “Suamiku setiap harinya bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami. Karena itu, aku sangat menyayangi dan menghormatinya. Begitu ia pulang dari bekerja, maka aku akan cepat-cepat menyambutnya dan mengelap keringatnya dengan handuk ini. Setelah kering keringatnya, maka ia akan berbaring di tempat tidur. Ketika itulah, aku mengambil kipas ini dan kukipasi tubuhnya sampai hilang penatnya atau ia tertidur pulas.” Fathimah masih penasaran, “Lalu, untuk apa rotan ini?” Muthi’ah melanjutkan, “Setelah ia hilang lelahnya atau terbagun dari tidurnya, maka aku akan segera berpakaian serapi dan semenarik mungkin. Karena aku tahu, seorang suami pasti sangat senang melihat istrinya yang berpakaian rapi dan hal itu akan membuatnya betah di rumah. Kuhidangkan makanan di atas meja makan dan kutunggu ia hingga selesai makan. Setelah dia selesai makan, maka aku akan bertanya, apakah ada pelayananku yang tak berkenan dihatinya. Maka aku akan menyerahkan rotan tersebut padanya untuk memukulku.” “Lalu, apakah suamimu sering memukulmu?” tanya Fathimah. “Tidak, tidak pernah, yang selalu terjadi adalah dia menarik tubuhku dan memelukku penuh kasih sayang.” Mendengar semua penjelasan tersebut, Fathimah terperanngah. Sungguh, tak berlebihan kiranya, jika Rasulullah menyuruhnya mendatangi rumah Muthi’ah. Pesona akhlaqnya sungguh luar biasa. Pesona yang tak mungkin dimiliki seorang perempuan yang  berorientasi materialistik yang memandang segala sesuatu hanya pada kebendaan dan kasat mata saja. Sebab, cinta dan ketulusan Muthi’ah tentu tak terukur pada sebilah rotan yang digunakan untuk memukul saja. Kasih sayangnya tentu tak akan membuatnya rendah karena setia mengelap keringat di tubuh suaminya. Inilah pesona yang hanya mampu dipahami oleh seorang muslimah sejati yang mengukur segala tindakan dengan skala iman. Yang mampu melihat dengan mata hati bahwa ketaatan akan menghadiahkan kebahagiaan. Bahwa ketundukan pada perintah Allah dan Rasul-Nya, bukan hanya menuntun pada kebenaran. Namun, juga pada pembuktian bahwa setiap perempuan yang beriman dan berakhlak mulia juga akan mendapatkan seorang suami yang beriman dan penuh cinta..
Semoga menginspirasi..

NILAM BERKILAP

Written By Yahya on Sunday, 18 January 2015 | 20:52

>>  NILAM BERKILAP

:: Meski Getir, Jangan Kau Sangkal..

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

إن أحب الكلام إلى الله أن يقول العبد: سبحانك اللهم وبحمدك وتبارك اسمك وتعالى جدك ولا إله غيرك. وإن أبغض الكلام إلى الله أن يقول الرجل للرجل: اتق الله، فيقول: عليك بنفسك

"Sesungguhnya perkataan yg paling dicintai ALLAH ialah, "Maha Suci ENGKAU Ya ALLAH, dgn memuji-MU dan mengkultusan nama-MU serta mengagungkan kebesaran-MU, sesungguhnya tidak ada sesembahan yg benar kecuali ENGKAU semata.

Dan sesungguhnya perkataan yg paling dibenci oleh ALLAH ialah jawaban seorang ketika dikatakan kpdnya, "Bertakwalah kpd ALLAH". Maka ia katakan, "(Tidak usah ikut campur) urus saja dirimu sendiri."
(HR. Ibnu Mandah dlm at-Tauhid. Shahih)

Faedah :
a. Nasehat kadang terasa getir dihati, pekak ditelinga, namun demikian jgnlah kita sangkal dgn perkataan jelek.

b. Menolak kebenaran yg dtg dari ALLAH dan Rasul-NYA adalah suatu kesombongan.

c. Dzikir yg paling dicintai oleh ALLAH tsb kadang kala dibaca oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sbg bacaan iftitah (pembuka) shalat.

d. Lisan adalah salah satu sebab terbesar seseorang masuk ke dlm Neraka, maka perhatikanlah setiap kalimat yg kita ucapkan.

e. Seorang muslim adalah seorang yg peduli thd keadaan saudaranya, bkn seorg yg egois ingin masuk surga sendiri.

f. Merasa senang saat saudaranya berbuat baik, dan merasa sedih saat saudaranya berbuat jelek, termasuk tanda keimanan.

KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP ILMU SYAR'i

Written By Yahya on Saturday, 17 January 2015 | 09:21

KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP ILMU SYAR'Y

Tauhid Yang Pertama, Ilmu, Amal dan Dakwah

Berdakwah kepada tauhid dan memperingatkan umat dari bahaya perbuatan syirik
Pentingnya Ilmu Syar’i dan Bahaya Bodoh Terhadapnya
Wahai saudaraku, kebutuhan kita terhadap ilmu sangatlah besar. Tidak ada diantara kita yang tidak butuh ilmu.

Oleh karena itulah Al-Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah berkata :

الناس محتاجون إلى العلم أكثر من حاجتهم إلى الطعام و الشراب لأن الطعام والشراب يحتاج إليه في اليوم مرة أو مرتين والعلم يحتاج إليه بعدد الأنفاس

“Manusia membutuhkan ilmu lebih banyak dari pada butuhnya pada makanan dan minuman, dikarenakan kebutuhan seseorang terhadap makanan dan minumam dalam sehari sekali atau dua kali. Dan kebutuhan manusia terhadap ilmu sebanyak tarikan nafas.

” Apalagi kita hidup di masa-masa menyebarnya kebodohan, kesesatan dan penyimpangan. Oleh karena itu kebutuhan kita kepada ilmu sangatlah mendesak.

Yaitu ilmu yang dimaksud disini adalah ilmu syar’i, ilmu tentang mengenal Allah, agama islam dan nabi-Nya Muhammad shallallahu alihi wasallam. Maka dari itu kita harus tetap semangat menuntut ilmu dalam keadaan apapun. Karena kebutuhan kita yang sangat kepada ilmu dan kita berharap mendapatkan berbagai keutamaan orang yang menuntut ilmu syar’i.

Ilmu syar’i mempunyai banyak keutamaan diantaranya :

1. Allah Subhaanahu wata’aala akan mengangkat derajat orang yang berilmu

Allah Subhaanahu wata’aala berfirman :

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

 “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.“  (QS. Al-Mujadilah : 11)

2. Ilmu adalah warisan para nabi barangsiapa yang mengambilnya maka dia telah mendapat keuntungan yang sangat besar. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إن الأنبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما إنما ورثوا العلم فمن أخذ به أخذ بحظ وافر

“Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan uang dinar dan tidak pula uang dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang mengambilnya, dia telah mendapatkan keuntungan yang bsar.” (HR. Abu Dawud dan At-Timidzi dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

3. Jika Allah mengkhendaki kebaikkan seorang hamba maka Allah akan memberikan pemahaman agama kepadanya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“ Barangsiapa yang  Allah kehendaki kebaikkan pada dirinya maka Allah akan pahamkan dia dalam agama.” (HR. Bukhari dari Shahabat Mua’wiyah)

4. Allah akan memudahkan bagi orang yang menuntut ilmu jalannya menuju surga.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang menumpuh jalan untuk mencari ilmu maka Allah akan menudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

5. Ilmu kebaikkannya akan tetap ada walaupun orangnya sudah mati.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara, yaitu : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shalih yang mendoakannya (kedua orang tuanya).” (HR. Muslim)

Dan sebaliknya kebodohan dalam masalah agama mempunyai dampak jelek yang luar biasa. Tentang hal ini Allah Subhaanahu wata’aala berfirman dalam banyak ayat diantaranya :

قُلْ أَفَغَيْرَ اللهِ تَأْمُرُونِي أَعْبُدُ أَيُّهَا الْجَاهِلُونَ

“ Katakanlah: maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang- orang yang tidak berpengetahuan.? “ ( Qs. Az- zumar: 64)

قَالُوا يَا مُوسَى اجْعَل لَنَا إِلَهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ

 “ Bani Israill berkata: Wahai Musa buatlah untuk kami sebuah sesembahan ( berhala) sebagai mana mereka mempunyai beberapa sesembahan ( berhala). Musa menjawab : “ sesungguhnya kamu itu kaum yang tidak mengetahui (bodoh terhadap Allah)…” (Qs. Al A’raaf : 138 )

Berkata Asy Syaikh Al Allamah Abdurahman As Sa’di Rahimahullah : “

Kebodohan mana yang lebih besar dari seseorang yang bodoh terhadap Rabbnya, Penciptanya dan ia ingin menyamakan Allah dengan selain Nya, dari orang yang tidak dapat memberikan manfaat dan mudharat (bahaya), tidak mematikan, tidak menghidupkan dan tidak memiliki hari perkumpulan (kiamat) “ (Taisirul Karimirrahman Syaikh Al Allamah Abdurahman As Sa’di pada ayat ini)

Dan dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

عَنْ جَابِرٍ قَالَ خَرَجْنَا فِى سَفَرٍ فَأَصَابَ رَجُلاً مِنَّا حَجَرٌ فَشَجَّهُ فِى رَأْسِهِ ثُمَّ احْتَلَمَ فَسَأَلَ أَصْحَابَهُ فَقَالَ هَلْ تَجِدُونَ لِى رُخْصَةً فِى التَّيَمُّمِ فَقَالُوا مَا نَجِدُ لَكَ رُخْصَةً وَأَنْتَ تَقْدِرُ عَلَى الْمَاءِ فَاغْتَسَلَ فَمَاتَ فَلَمَّا قَدِمْنَا عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أُخْبِرَ بِذَلِكَ فَقَالَ « قَتَلُوهُ قَتَلَهُمُ اللَّهُ أَلاَّ سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا فَإِنَّمَا شِفَاءُ الْعِىِّ السُّؤَالُ إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيهِ أَنْ يَتَيَمَّمَ

“Dari Jabir berkata: “Kami keluar pada sebuah perjalanan, lalu salah seorang diantara kami tertimpa sebuah batu sampai melukai kepalanya kemudian ia mimpi basah lalu bertanya kepada para shahabatnya, apakah kalian mendapatkan rukhsah (keringanan) bagiku untuk bertayamum? Mereka menjawab : ‘kami tidak mendapatkan rukhsah untukmu, sedangkan engkau mampu menggunakan air. Kemudian ia mandi besar sehingga meningal dunia. Kemudian tatkala sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam, kejadian tersebut dikhabarkan kepada beliau. Maka beliau bersabda : “Mereka telah membunuhnya, semoga Allah membinasakan mereka. Mengapa mereka tidak bertanya, bila mereka tidak mengetahui. Karena sesungguhnya obat kebodohan adalah bertanya.” (HR. Abu Dawud, di Hasankan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Abu Dawud : 2/159)

Lihatlah bagaimana kebodohan seseorang menjadi sebab hilangnya nyawa orang lain.

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullaah :

ولا ريب ان الجهل اصل كل فساد وكل ضرر يلحق العبد في دنياه واخراه فهو نتيجة

“Tidaklah diragukan bahwasanya kebodohan adalah pokok dari segala kerusakan dan dhoror (bahaya), kejelekan yang didapatkan oleh seorang hamba di dunia dan di akhirat adalah dampak dari kebodohan.” (Miftaah Daaris Sa’adah, 1/87)

Wahai saudaraku semoga Allah senantiasa mengaruniakan kepada kita nikmat menuntut ilmu syar’i. -Amin-.  Ada hal yang sangat penting untuk di perhatikan dalam menuntut ilmu. Diantarannya :

☑ 1. Memohon pertolongan, taufiq dan kekokohon kepada Allah Ta’aala dalam menuntut ilmu.

Manusia adalah makhluk yang sangat lemah, tidak ada daya dan upaya kecuali karena pertolongan Allah Subhaanahu wata’ala. Oleh karena itu mohonlah pertolongan kepada Allah dalam menuntut ilmu.

Allah Subhaanahu wata’ala berfirman

   إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya Engkaulah yang Kami beribadah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan.” (Qs. Al-Fatihah : 5).

☑ 2. Mengikhlaskan niat

Hendaknya seseorang mengikhlaskan niatnya dalam menuntut ilmu dalam rangka mencari ridha Allah semata dan bukan karena yang lainnya. Bukan karena mencari ketenaran atau agar dihormati orang atau mencari dunia.

Allah Subhaanahu wata’ala berfirman :

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ

 “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” (Qs. Al-Bayyinah : 5)

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

 “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Rabbnya.” (Qs. Al-Kahfi : 110)

☑ 3. Belajar dari guru bukan dari kitab

Ilmu di ambil dari lisannya para ulama. Dari para guru bukan dari kitab. Karena barangsiapa yang menjadikan kitab-kitabnya sebagai guru niscaya akan banyak kekeliruannya. Begitu juga belajar dari orang yang dikenal aqidah dan manhajnya.

Berkata Al-Imam Ibnu Siriin rahimahullah :

إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ

“Sesunguhnya ini ilmu agama maka perhatikanlah oleh kalian dari siapa kalian mengambil agama kalian.”

☑ 4. Besungguh-sungguh dan berkesinambungan dalam menuntut ilmu

Seseorang hendaknya bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, dari menghadiri majelis ilmu, menghapalnya dan memuroja’ahnya (mengulang-ngulangnya). Dan berkesinambungan dalam menuntut ilmu tidak terputus ditengah jalan. Karena dengan bersungguh-sungguh dan tidak terputus ditengah jalan sebab seseorang berhasil dalam menuntut ilmu.

RENUNGAN PAGI

�� RENUNGAN PAGI ��

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS

Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR

Jika setiap do’a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR

Seorang yang dekat dengan ALLAH , bukan berarti tidak ada air mata

Seorang yang TAAT pada ALLAH, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN

Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa masa SULIT

Biarlah ALLAH  yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena ALLAH TAHU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEIKHLASAN

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESABARAN

Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN

Ketika kamu lelah dan merasa kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN

Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN

Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAH – HATIAN

Tetap semangat….
Jaga keikhlasan....
Tetap sabar….
Tetap tersenyum…..
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN

ALLOH...menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”…

Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan

MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA……

Ya Allah, kuatkan kami yang lemah ini untuk Istiqomah di jalan-Mu hingga maut menjemput....  آميــــــــــــــــــــن يَا رَبَّ العَالَمِينْ

WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJAB UNTUK BERDOA :

Written By M Abdul Qodir Yahya, S. Pd, Gr on Monday, 27 October 2014 | 13:29



  1. Pada bulan suci Ramadhan, terutama malam hari
  2. Pada hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijah) bila sedang berhaji
  3. Ditengan malam hari sampai dengan menjelang subuh
  4. Ketika dalam keadaan susah, lemah atau teraniaya baik secara lahir maupun bathin
  5. Ketika sedang berpuasa (wajib maupun sunnah)

15 TATACARA/ ADAB BERDO'A MENURUT TUNTUNAN HADIS :






  1. Mensucikan batin/menluruskan niat semata-mata hanya kepada Allah SWT.
  2. Menghadap Kiblat
  3. Mengangkat & membuka kedua belah tangan, posisi tangan lebih tinggi dari pada bahu.
  4. Mengarahkan pandangan ke tempat sujud
  5. Sebelum berdo'a membaca Basmalah, kemudian membaca puji-pujian kepada Allah SWT/wirid (tahmid,tasbih,takbir)
  6. Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW

99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman

01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;

Daftar Isi Akhlaq islamiyah

Written By Yahya on Tuesday, 14 October 2014 | 09:20

Gambaran global akhlaq rosululloh

Pada bagian akhir pembahasan akhak ini akan di paparkan tentang gambaran akhlak Rosululloh Sholalallahu Alaihi Wasallam. Sayyidah Aisyah pernah ditanya tentang akhlak Rosulullah SAW,maka ia menjawab:"akhlak Beliau adalah Al-Qur'an." Allah telah memuji beliau dengan firmanNya. "Dan sesungguhnya kamu benar benar memiliki budi pekerti yang luhur." ( QS. Al-qalam : 4 )
Diantara kebaikan kebaikan akhlak beliau adalah
Rasulullah SAW adalah orang yang paling lembut, pemurah dan dermawan.
Beliau biasa memperbaiki terompahnya sendiri, menjahit pakaiannya sendiri dan memenuhi kebutuhan keluarganya sendiri
Beliau lebih malu daripada anak gadis di tempat pingitannya.
Beliau biasa memenuhi undangan hamba sahaya, menjenguk orang yang sakit, memboncengkan orang dibelakangnya, mau menerima hadiah dan engggan menerima sedekah dan beliau tidak pernah kenyang tiga hari berturut turut.
Terkadang beliau mengganjal perutnya dengan batu karena lapar.
Memakan makanan yang dihidangkan dan tidak mencela suatu makanan.
Tidak makan sambil tidur telentang dan beliau memakan makanan yang ada di dekatnya.
Makanan yang beliau sukai adalah daging, tepatnya bagian paha domba. Beliau juga suka sayur sayuran yang biasa dimakan belalang dan korma yang masih terbungkus.
Mengenakan pakaian yang ada, terkadang mantel bergaris garis dan terkadang terbuat dari wol.
Terkadang menunggang keledai, terkadang bighal, terkadang unta dan terkadang berjalan kaki.
Menyukai bau harum dan membenci bau tak sedap.
Memuliakan orang yang memiliki keutamaan dan menempatkan orang yang mulia.
Tidak kasar terhadap seorangpun dan suka memberi maaf dari orang yang meminta maaf.
Suka bercanda tapi tidak mengatakan kecuali yang benar,tidak tersenyum tanpa mengeluarkan suara yang  terbahak. Tidak ada waktu yang terlewatkan olehnya kecuali diisi dengan amal karena Allah atau hal hal untuk keperluannya sendiri.
Tidak pernah memukul salah seorang dengan tangannya, kecuali dalam jihad fi sabillillah.
Tidak pernah mendendam karena pertimbangan beliau sendiri, kecuali jika ada pelanggaran terhadap apa yang diharamkan Allah.
Jika diberi pilihan tentang dua hal,maka beliau pasti memilih yang lebih mudah dan ringan, kecuali dalam perkara dosa atau memutuskan silaturahim maka beliau adalah yang paling jauh terhadapnya.
Anas Radhiallau Anhu bercerita: "selama sepuluh tahun aku menjadi pembantu beliau, sekalipun beliau tidak berkata kepadaku 'celaka kamu'. Dan tidak menanyakan sesuatu dengan pertanyaan 'mengapa engkau lakukan ini?. Tidak pula beliau menanyakan sesuatu yang tidak kukerjakan dengan ucapan 'mengapa tidak engkau kerjakan hal itu?
Diantara sifat beliau yang disebutkan dalam taurat adalah: Muhammad adalah utusan Allah, hamba-Ku pilihan, bukan orang yang keras,bukan orang yang berperangai kasar, tidak suka bersuara gaduh di pasar, tidak membalas keburukan dengan keburukan, tapi dia lapang dada suka memaafkan.
Diantara akhlak beliau adalah terlebih dahulu mengucapkan salam kepada orang yang bertemu dan saat berpisah dengannya. Jika seseorang yang berhadapan dengan belaiau ada keperluan, maka beliau bersabar menunggunya hingga orang itu yang beranjak dari hadapan beliau. Selagi bersalaman dengan seseorang, maka beliau tidak melepaskannya sehingga ia melepaskan tangan beliau.
Duduk dibarisan paling akhir majlis, berakhir dengan para shahabatnya, seakan akan beliau adalah salah seorang biasa diantara mereka. Sehingga jika datang orang asing tentunya tidak akan tahu dimana beliau, sehingga harus bertanya terlebih dahulu.
Lebih banyak diam,dan jika berbicara, maka perkataan beliau tidak disampaikan dengan bersantai dan tidak berhenti, akan tetapi dia bicara dengan perlahan, pelan dan jika perlu akan mengulangi sehingga mudah dipahami.
Tidak menghadapi seseorang dengan sesuatu yang membuatnya kurang suka.
Beliau adalah orang yang paling jujur perkataanya, paling memenuhi jaminannya, paling lembut tabiatnya dan paling mulia pergaulannya. Siapa yang melihat beliau tentu akan merasa segan dan barang siapa yang bergaul dengannya pasti akan jatuh cinta. Jika para shahabat mengingat kembali urusan dunia atau ingat dengan masa masa jahiliyah,maka mereka akan tertawa,sementara Rosululloh SAW hanya tersenyum saja.
Beliau adalah seseorang yang paling pemberani.
Perawakan beliau tidak tinggi dan juga tidak pendek, sedang sedang saja.
Warna kulit beliau jernih dan tidak coklat.
Rambut beliau berombak, tidak lurus kaku dan juga tidak berkeriting, rambut beliau menjurus hingga daun telinga.
Kening beliau lebar, alis beliau tipis memanjang, mata beliau lebar, bulu mata beliau panjang, hidung beliau mancung, jenggot beliau tebal, pundak beliau kekar, dada beliau bidang, permukaan perut dan dada sama, lengan beliau panjang, telapak tangan beliau lebih lembut daripada sutra.
Siapapun yang melihat keaadaan beliau dan mendengar pengabaran-pengabaran beliau, yang meliputi akhlak, perbuatan, adab dan tindakan-tindakan beliau untuk kemaslahatan manusia, niscaya akan mengetahui bahwa itu semua merupakan berita dari langit.
Adapun mu'jizat beliau yang paling agung dan paling nyata adalah Al-Qur'an Al karim, yang tidak mungkin seorangpun mampu mendatangkannya seperti itu.
Mu'jizat-mu'jizat beliau yang lain adalah terbelahnya bulan, air yang memancar dari sela sela jari, memberi makan orang banyak dengan makanan yang sedikit, menaburkan debu yang hanya segenggam namun mengenai musuh yang banyak, ratapan pohon kurma kepada beliau, pengabaran beliau tentang hal hal yang ghaib dan menjadi kenyataan, menyembuhkan mata shahabat yang buta ( Qatadah) dengan mengusap jari beliau sehingga kembali lebih cemerlang, meniup mata Ali RA, yang sedang sakit hingga langsung sembuh saat itu juga, dan masih banyak mu'jizat-mukjizat beliau yang lainnya yang disaksikan oleh shahabat Nabi SAW

Teknologi

Powered by Blogger.
 

Copyright © 2014. cinta islam is nomber one - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger